Write to be Right !!

Agustus 28, 2008

Tan Malaka, Sang Revolusioner

Filed under: Politik dan Budaya — Izmi @ 9:38 am
Tags:

Dari sekian banyak pahlawan nasional yang diberi gelar sebagai pahlawan nasional pada akhir hayatnya, ternyata masih ada sosok yang seakan hilang dan terlupakan oleh kita. Salah satunya adalah seorang revolusioner legendaris yang juga merupakan penggagas gerakan-gerakan pada massa. Dia adalah Tan Malaka. Lelaki yang lahir di Suliki, Pandan Gadang Sumatera Barat pada 2 Juni 1897 dengan nama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka. Menurut biografinya yang ditulis di dalam bukunya yang berjudul Aksi Massa dinyatakan bahwa ia pernah melanjutkan pendidikannya di Harleem, Belanda pada tahun 1913 setelah ia tamat dari sekolah menengah akhirnya. Enam tahun kemudian beliau kembali ke Indonesia dan mengabdi sebagai guru untuk anak-anak kaum buruh di perkebunan Sumatera. Ia juga termasuk salah satu tokoh luar biasa yang namanya pun dapat disejajarkan dengan tokoh-tokoh sekelas Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dan sebagainya.

Nampaknya tidak banyak dari kita yang tahu tentang sosok seorang pejuang seperti Tan Malaka. Kontribusi beliau terhadap bangsa ini juga termasuk dalam perjuangan yang patut diperhitungkan. Karena dengan terjunnya beliau ke dalam dunia politik pada tahun 1921, bangsa ini seperti mempunyai pergerakan-pergerakan baru baik dalam bidang sosial, politik maupun budaya. Karena ia ada dalam dunia politik bukan tanpa tujuan dan bukan tanpa alasan. Ia memang mempunyai cita-cita untuk mewujudkan Republik Indonesia yang terlahir dari revolusi.

Dalam aksinya ia banyak mengumpulkan pemuda komunis. Kemudian, ia juga berdiskusi tentang pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia-Belanda. Selain itu, ia juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Sarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus kader-kader (kader adalah orang ternama/pengurus dalam sebuah organisasi baik sipil maupun militer–wikipedia) serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Hal tersebut dilakukan sebelum Tan Malaka memisahkan diri dari PKI. Namun pada akhirnya kegiatan tersebut dilarang oleh pemerintah Belanda.

Selain beliau dulu adalah pemuda yang mempunyai semangat pergerakan revolusi yang cerdas, tetapi ia juga seorang buronan. Karena ia banyak terlibat aktif dalam aksi-aksi mogok ataupun perlawanan buruh di beberapa tempat. Dan semua itu berujung dengan pembuangan dirinya ke Kupang pada tahun 1922.

Semasa hidupnya ia banyak menghasilkan karya tulis yang berisikan tentang pemikiran-pemikirannya. Dan kebanyakan dari karya-karyanya tersebut berisikan manifestasi cita-citanya mewujudkan kelahiran Republik Indonesia melalui revolusi.

Sayangnya, Tan Malaka tidak pernah tercantum di dalam daftar nama-nama pahlawan yang diberi gelar sebagai pahlawan nasional sejak masa pemerintahan orde baru. Tidak jelas alasannya mengapa namanya dihapus dari daftar tersebut. Padahal yang saya tahu, cita-cita yang begitu mulia dan berjuang sebagai revolusioner itulah yang membuat namanya besar.

Jarang sekali kita temukan pada zaman sekarang pemuda yang benar-benar mempunyai semangat pergerakan revolusi sebagai perwujudan cintanya terhadap negeri ini. Tetapi, Tan Malaka telah membuktikannya. Melalui buku-bukunya (Madilog, Gerpolek dan Aksi Massa) ia telah menyampaikan semangat juangnya dan kebenaran-kebenaran tentang apa yang terjadi pada bangsa ini.

Bahwa masyarakat kita senantiasa memperoleh dari luar, dan tak pernah mempunyai cita-cita sendiri… Bangsa Indonesia yang sejati belum mempunyai riwayat sendiri selain perbudakan. (Tan Malaka)

Sadarkah bahwa kita ini adalah para pemuda penerus perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa ini ? Sadarkah, bila sudah terlalu banyak yang harus dikorbankan demi negara ini ? Karena rakyatnya tak mampu mengelola negerinya sendiri. Naudzubillah.

Sungguh bukan suatu hal yang sepele untuk meluruskan sebuah niat menuju revolusi. Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita menengok kepada masa di mana revolusi benar-benar diperjuangkan keberadaannya. Karena ia harus ada untuk mempertahankan segala kondisi setelah kemerdekaan agar bangsa ini tetap merdeka. Tan Malaka mengajak kita semua para generasi muda untuk memperjuangkannya kembali dan mempertahankannya.

Revolusi bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai segenap perbaikan dari kecelaan.

Di dalam masa revolusilah tercapai puncak kekuatan moral, terlahir kecerdasan pikiran dan teraih segenap kemampuan untuk mendirikan masyarakat baru.

Oleh karena itu, mari kita bergerak untuk memperjuangkan kembali revolusi. Karena dengan begitu adanya kita tunjukkan bahwa kita adalah generasi penerus yang menghargai para pahlawannya. Merdeka !

Artikel ini juga ditulis di http://jakartabutuhrevolusibudaya.com

The Rubric Theme. Get a free blog at WordPress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.