Write to be Right !!

November 26, 2009

5 Hal Penting Ketika Musim Hujan

Filed under: Around Us — Izmi @ 3:22 am

Mengalami pergantian cuaca kadang juga merupakan suatu kendala bagi kita yang tinggal dan bekerja di kawasan kota besar. Tentu kita menyadari perlunya persiapan untuk menghadapinya. Baik dari segi benda apa yang akan kita bawa sebagai persiapan dikala datangnya panas dan hujan yang datangnya saja lagi “angot-angotan” alias ogah-ogahan.

Kalau hujan pastilah yang dipersiapkan adalah payung, jas hujan, mantel dan scraf. Kalau panas ya mungkin cukup dengan topi dan payung. Tapi, Anda lihat juga kan sisi lain dari perubahan cuaca dari lalu lintas kota ? Mengamati dan mengalami itu semua memang sudah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mungkin ada beberapa garis besar yang sering kita alami dan ini akan menjadi suatu perhatian besar agar kita siap menghadapi hari-hari kita. Dan itu adalah kewajiban Anda untuk mempersiapkannya. Detailnya, tentu Anda sendiri yang tahu.

Yang menjadi perhatian saya pada pergantian cuaca, terutama pada saat hujan adalah mengacu pada lalu lintas di saat pulang dan pergi. Beberapa hal saja yang membuat saya cukup bingung untuk bagaimana mengantisipasi semua ini, yaitu :

1. Jika Anda adalah pengguna sarana angkutan umum, pastikan Anda benar-benar siap mengantri, berdiri dan lebih berdesakan di dalam kendaraan umum. Entah itu kopaja, metromini, busway, bis AC umum ataupun bis yang tidak ber-AC. Bersiap untuk menunggu lebih lama juga tentunya. Ketika berangkat dan pulang bisa jadi sama parah antriannya, especially Anda yang menggunakan jasa angkutan busway.

2. Yang menggunakan kendaraan pribadi, ngga enak juga kan kalo lagi jam-jam 3in1 harus ngangkut joki ? Harus tahan macet dan jalanan licin. Untuk pengendara motor nih, hati-hati kalau mau nikung atau nyalip mobil. Salah-salah bisa jatuh dari motor. Jangan lupa selalu pakai helm dan selalu siap jas hujannya. Terus, kalau neduh di halte umum jangan sampai mengganggu orang lain yang lagi neduh doang, a.k.a pejalan kaki. Kalau lagi harus neduh di bawah jembatan layang, hati-hati dan jangan sampai mengganggu lalu lintas orang melintas di jalan itu :mrgreen:

3. “Perhatikan barang bawaan Anda dan hati-hati melangkah, terima kasih”. Layaknya kata-kata si mba operator rekaman tiap halte busway, tak ada salahnya juga tuh. Selalu waspada di jalan. Bukan berarti waktu cuaca cerah dalam intensitas sedang dan tinggi si copet berani operasi. Waktu hujan juga loh. Perhatikan dan selalu ingat di mana posisi benda-benda tersebut ditaruh di dalam tas dan jangan lengah walau Anda lagi asyik dengerin MP3.

4. Lebih siap juga untuk traffic jam di jam-jam pulang kerja. Biasanya waktu tersebutlah saat macet yang parah dan bisa jadi luar biasa parah !!

5. Biasanya kalau masuk musim hujan begini sering lapar ya ? Boleh juga bawa camilan untuk sekadar penahan lapar. Tapi, jadi lain hal kalau lagi benar-benar lapar. Banyak makan saat musim dingin ada baiknya juga untuk menghangatkan badan, tapi jangan mie instan melulu yaa.

Kira-kira 5 hal di atas itulah yang sekiranya patut jadi perhatian. Jaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen bila perlu. Kalau flu ya istirahat yang cukup agar cepat sehat.

Semoga bermanfaat 🙂

 

Juni 8, 2009

Di Hujan, Hari Senin

Filed under: Around Us — Izmi @ 7:14 am

Di Hujan hari senin …

Mereka bilang hujan hari ini adalah sial
aku bilang hujan hari ini adalah berkah

Hari senin selalu panas
penuh dengan pekerjaan yang membuat otakku panas
macet dan penuh antrian di sana sini

Mereka bilang hujan turun hari ini adalah sesukanya
menurutku hujan hari ini merata
semua kebagian, semua dapat merasakan dinginnya
semua yang di luar basah …

Mereka bilang jangan hujan
aku bilang cepatlah turun hujan !!

Hujan itu menggambarkan hatiku
sejumlah dengan permintaanku
sederas air mataku
setajam kau buat luka di hatiku

Mereka bilang hujan hari ini sial
aku bilang hujan hari ini adalah rejeki tiada tara

Apalah itu hujan yang menyebabkan banjir
kataku banjir salah manusianya
mengapa hujan turun begitu lama?
karena panas lebih lama merindukan hujan

Mereka bilang hujan hari ini sial
kubilang syukur hari ini ada basah

Mereka bilang hujan hari ini ndak adil
bagiku Allah yang menurunkan Rahmat itu sudah sangat Adil

Jika hujan ndak lagi ada
Apa kau masih bisa rindu pelangi ?

Jika hujan ndak lagi turun
Apa masih bisa kau bermain basah ?

Jika hujan itu bukan hari ini
Lalu kapan lagi penantianmu hadir sehabis kau berdiam diri ?

Desember 31, 2008

What a Beautiful Town, isn’t it ?

Filed under: Around Us — Izmi @ 3:04 am

Bahagia banget ya, melihat Jakarta sepi kendaraan. Terutama jika libur hari-hari besar menjelang dan akhir tahun. Duh, rasanya ingin setiap hari melihat Jakarta seperti pagi ini. Ditambah lagi cuaca yang agak mendung. Tampaknya makin sempurna saja suasana liburnya.

Biasanya, kalau pagi melihat jalan menuju Kebon Jeruk dan Tomang yang padat merayap abees, bisa juga macet total sampe daerah Slipi, pagi ini saya bisa lihat jalan itu jadi lega banget, bersih, dan jauh dari keramaian yang biasanya bikin wajah jadi ngga karuan lebih dulu sebelum tiba di kantor.

Jarak menuju Sudirman-Thamrin yang biasanya ditempuh dengan waktu dua jam dari Tangerang, hari ini saya cuma menghabiskan waktu setengah jam saja untuk tiba di kantor tepat waktu.

Ternyata, solusi untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor bisa dilihat hasilnya dengan pengandaian yang saya bayangkan di hari ini. Jalanan menjadi lebih lancar, ngga sumpek. Dan bisa mengurangi polusi, hemat BBM pula.

Tak ada salahnya berandai-andai. Tapi, lebih bagus lagi jika pengandai-andaian itu bisa dibuktikan dan dijadikan solusi untuk masalah kemacetan terutama di daerah padat penduduk dan padat pekerja seperti Jakarta.

Today, i can really say that “What a beautiful town, isn’t it?”. Jakarta yang indah ngga diwujudkan dengan tidak membuang sampah sembarangan saja atau dengan sekedar gerakan kepedulian saja. Semua itu tak akan pernah jadi kenyataan kalau tidak diamalkan dalam keseharian kita. Inilah yang dimaksud dengan pentingnya peran kita sebagai warga negara dan sebagai satu bagian penting dalam masyarakat.

So, mau nunggu apa lagi untuk bisa bilang “This is my lovely city named Jakarta”. Nunggu banjir, sampai kota ini tenggelam ? Atau sampai kiamat sekalian ? 😉

Desember 22, 2008

Me vs My Boss

Filed under: Around Us — Izmi @ 9:41 am

Jam kerja akhir tahun memang menggila. Saya bekerja sampai waktu lembur satu minggu belakangan ini demi menyelesaikan pekerjaan yang jika tidak terselesaikan bakal bikin sakit kepala esok harinya. Sungguh risih sekali pekerjaan akhir tahun ini.

Ditambah lagi boss yang serba tidak mau tahu dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Kadang pegawainya tidak diperlakukan dengan manusiawi. Dengan artian sangat cuek dengan pegawainya. Well, what a job ? Apa mereka hanya membutuhkan kami hanya pada saat bekerja ? Sedangkan gaji atau bayaran kami sebulan bukanlah gaji buta!

Fine, jika mereka memang membayar pegawainya setiap bulan. Tetapi hendaknya sikap mereka juga dipersoalkan. Bukan hanya membayar dan terima beres pekerjaan, tetapi alangkah lebih baik dan akan terasa sangat baik jika mereka membuat suasana kerja juga menjadi lebih dekat, akrab dan menyenangkan.

Saya yakin semua orang di dunia ini, bekerja selain mengharapkan imbalan kerja yang pas juga perlu ketenangan dan harmonisnya hubungan antara boss dengan pegawainya. Pegawai itu manusia, bukan robot! Punya hati nurani bukan hati baja.

Bayangkan, ketika anda atau siapa pun yang ingin deadline-nya tepat waktu kemudian dengan sungguh ia menyelesaikannya, yang mungkin dengan cara berlarian ke sana kemari dengan sejuta pikiran tak menentu, belum lagi mengeluarkan biaya-biaya pribadi di luar gaji untuk segala keperluan (nombok), setelah itu boss “ngga” nanya apa-apa ? Oh, God (langsung berkata dalam hati, “what a job, what a hell, istn’t it?”

*lagi bete banget sama boss 😦

Desember 9, 2008

Kenapa Ongkos Pelajar Harus Gratis ???

Filed under: Around Us — Izmi @ 12:07 pm

Hari gini hidup itu serba susah. Makanya yang punya harta lebih (tentunya lebih banyak) haruslah pandai-pandai me-manage, agar tidak menyesal dengan menggunakannya kepada hal-hal yang “ngga penting”.

Dan jauh lebih penting lagi kita menghimbau diri kita untuk berhemat, karena anda semua tentu merasakan bagaimana  mahalnya ongkos angkutan kota saat ini. Yang bekerja saja merasakan bagaimana ongkos yang tadinya sekian ribu rupiah tiba-tiba dengan adanya kenaikan harga BBM menjadi naik sekian rupiah. Tetapi, yang lebih “kasihan” lagi mengingat para pelajar yang keberatan ongkos, jikala sekolah atau kampus mereka (termasuk saya) harus ditempuh dengan angkot atau bus kota. Mahalnya kalau dihitung per hari, alamak !  Ibarat pendapatanku habis buat ongkos.

Satu waktu, ketika aku terdiam sejenak dan berpikir tentang sesuatu  (entah lagi mikirin apa?) suddenly, ada pikiran yang melintas untuk bikin tulisan ini, dengan topik utama “Kenapa ongkos pelajar harus gratis ???”. Beginilah alasan yang saya pribadi bisa kemukakan, yaitu sbb :

Pertama, pelajar bukanlah pekerja. Otomatis mereka pasti masih minta sama ortunya. Dan ortu itu pasti haruslah menanggung beban-beban hidup lain selain ongkos anaknya untuk sekolah. Mereka harus mencari nafkah yang utama untuk makan dan untuk biaya keseharian, harus berpikir juga tentang pengeluaran yang sudah pasti dikeluarkan tiap bulannya, misalnya untuk biaya listrik dan air, untuk SPP bulanan anaknya, atau bisa juga cicilan untuk bayar rumah atau kontrakan.

Kedua, pekerja yang juga pelajar (mahasiswa/i) pusing mikirin pembagian pendapatan mereka setiap bulan untuk mengeluarkan hampir sebagian pendapatan untuk ongkos pulang pergi tempat kerja sama kampus. Belum lagi cicilan yang harus dibayar demi kuliah tetap berjalan lancar. Beuuh … Untuk yang pekerja awam pastilah berat untuk keadaan yang seperti ini. Kecuali yang sudah benar-benar mapan dan sudah tak perlu pusing lagi memikirkan uang untuk ini-itunya.

Ketiga, alasan yang cukup  untuk mengemukakan bahwa ongkos pelajar harus gratis adalah “tugas pelajar adalah belajar”. Jadi pusinglah pasti kalau mereka juga harus ikut memikirkan itu setiap hari. Kalau orang tua mereka mampu memberi kewajiban itu setiap hari, hal itu sekali lagi tak akan membuat hambatan anak-anaknya. Perlu sekali untuk diperhatikan pekerjaan orang tua setiap anak juga berbeda dan jumlah penghasilan mereka tentulah berbeda.

Keempat, pelajar adalah amanat negara. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 perubahan ke-IV Bab XIII pasal 31 ayar 3 yang isinya ;

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”

Dan pasal pendukung yang menurut saya pas adalah pasal 34 ayat 2 yang isinya ;

“Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.”

Isi pasal yang lainnya ada yang menyatakan bahwa anggaran pendidikan adalah 20% dari pendapatan nasional. Jadi, jelas bahwa pendidikan adalah negara yang menanggung, selebihnya juga ada dari pendapatan daerah untuk sekolah dan kampus. Kecuali lembaga-lembaga pendidikan lain selain sekolah (tempat kursus/les lainnya).

Pada pasal 34 dijelaskan kira-kira seperti ini :

Negara memberikan hak kepada seluruh rakyat termasuk rakyat yang tidak mampu untuk suatu pengembangan jaringan sosial dan itu diperuntukkan untuk mereka. Dan negara akan memberdayakan mereka “masyarakat yang lemah dan tidak mampu” tadi sesuai dengan martabat kemanusiaan. Tapi sepertinya pernyataan yang  disebutkan tadi masih “omdo” alias baru omong doang. Karena masih banyak kalangan urban yang menjadi gelandangan dan pengemis, preman, pemalak, pengamen, dsb yang keberadaan mereka masih terbilang mengganggu dan membuat risih kita semua.

Kelima, lagi-lagi harus ingat … harga BBM tidak mungkin semakin turun, sekarang saja harganya yang segitu sudah membuat kepala pusing, apalagi bertahun kemudian.

Demikian pendapat saya yang telah saya tuangkan ke dalam blog ini. Kesalahan atau kekurangan yang terdapat pada blog ini adalah manusiawi, karena saya adalah seseorang yang masih dalam tahap pendewasaan berpikir dan mengutarakan. Semoga dapat memberikan sebuah inspirasi. Terlebih lagi jikalau ada saran ataupun kritik yang membangun untuk blog ini, silahkan. 🙂

November 7, 2008

Jadikan Jakarta-mu, Jawara-mu

Filed under: Around Us — Izmi @ 7:01 am
Tags: ,

Bisa dipastikan semua orang pernah singgah di Jakarta, hampir semuanya memiliki asumsi yang sama tentang kota ini. Terutama tentang masalah banjir dan macetnya. Ditambah lagi masalah-masalah lain seperti gepeng, pengamen, belum lagi pedagang kaki lima yang suka sesuka hatinya menggelar dagangannya itu di jalan-jalan, semuanya membuat keadaan makin “gerah”. Sukar rasanya untuk menuntaskan hal tersebut. Terlebih lagi dengan masalah lain seperti sampah yang menyumbat aliran air dan sampah jugalah penyebab utama banjir di Jakarta. Sudahkah kita berbudaya sebagai masyarakat yang tinggal dan hidup di Jakarta ?

Sekarang, sepertinya cukup untuk saling menyalahkan. Yang ada semuanya berujung pada keributan yang tak semestinya dan hanya membuang waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Jadi, mari mulai dari sekarang kita mengkonsep diri kita untuk menjadi warga Jakarta yang memiliki potensi untuk menjadikan Jakarta sebagai ibu kota yang berbudaya. Berbudaya dalam artian tahu akan tata cara menaati peraturan dan menjalankannya sesuai dengan yang berlaku. Dan baiknya dimuali dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan antri. Memang kedengarannya membosankan, karena tak jarang pula berbagai pihak sudah menggalakkan hal ini, namun seringnya hal tersebut tidak dihiraukan.

Sadarlah bahwa perbuatan kita yang tak kita sadari itu justru membunuh lingkungan hidup kita. Seperti dengan polusi kendaraan bermotor kita, sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, dan tak jarang banyak dari kita yang ketika sedang berada di angkutan umum membuang sampah lewat jendela atau pintu kendaraan tersebut. Sadarilah, tak ada yang patut dipuji dari hal kecil namun tercela itu !

Jakarta tidak lagi sekedar membutuhkan perhatian, namun kota ini butuh pembuktian bahwa warganya bisa hidup tertib dan saling menjaga ketertiban itu sendiri. Jadikanlah Jakarta ini sebagai kota jawara. Bukan selain karena Jakarta ini ibu kota negara. Tetapi buktikan kalau Jakarta ini juga bisa memiliki prestasi. Dan jadikan kota ini ibu kota yang dibanggakan, tetapi bukan dibanggakan dari banyaknya gedung yang menjulang, tetapi ia akan lebih bangga jika masyarakatnya bisa lebih berbudaya. Inilah yang harus dilakukan.

Buatlah kota ini menjadi lebih indah tetapi bukan menjadi lebih indah di impian namun dalam kenyataan. Mari wujudkan dan jadikan kota Jakarta-mu sebagai jawara juga di hatimu. Lets get Revolusi Budaya !

Agustus 28, 2008

Tan Malaka, Sang Revolusioner

Filed under: Politik dan Budaya — Izmi @ 9:38 am
Tags:

Dari sekian banyak pahlawan nasional yang diberi gelar sebagai pahlawan nasional pada akhir hayatnya, ternyata masih ada sosok yang seakan hilang dan terlupakan oleh kita. Salah satunya adalah seorang revolusioner legendaris yang juga merupakan penggagas gerakan-gerakan pada massa. Dia adalah Tan Malaka. Lelaki yang lahir di Suliki, Pandan Gadang Sumatera Barat pada 2 Juni 1897 dengan nama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka. Menurut biografinya yang ditulis di dalam bukunya yang berjudul Aksi Massa dinyatakan bahwa ia pernah melanjutkan pendidikannya di Harleem, Belanda pada tahun 1913 setelah ia tamat dari sekolah menengah akhirnya. Enam tahun kemudian beliau kembali ke Indonesia dan mengabdi sebagai guru untuk anak-anak kaum buruh di perkebunan Sumatera. Ia juga termasuk salah satu tokoh luar biasa yang namanya pun dapat disejajarkan dengan tokoh-tokoh sekelas Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dan sebagainya.

Nampaknya tidak banyak dari kita yang tahu tentang sosok seorang pejuang seperti Tan Malaka. Kontribusi beliau terhadap bangsa ini juga termasuk dalam perjuangan yang patut diperhitungkan. Karena dengan terjunnya beliau ke dalam dunia politik pada tahun 1921, bangsa ini seperti mempunyai pergerakan-pergerakan baru baik dalam bidang sosial, politik maupun budaya. Karena ia ada dalam dunia politik bukan tanpa tujuan dan bukan tanpa alasan. Ia memang mempunyai cita-cita untuk mewujudkan Republik Indonesia yang terlahir dari revolusi.

Dalam aksinya ia banyak mengumpulkan pemuda komunis. Kemudian, ia juga berdiskusi tentang pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia-Belanda. Selain itu, ia juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Sarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus kader-kader (kader adalah orang ternama/pengurus dalam sebuah organisasi baik sipil maupun militer–wikipedia) serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Hal tersebut dilakukan sebelum Tan Malaka memisahkan diri dari PKI. Namun pada akhirnya kegiatan tersebut dilarang oleh pemerintah Belanda.

Selain beliau dulu adalah pemuda yang mempunyai semangat pergerakan revolusi yang cerdas, tetapi ia juga seorang buronan. Karena ia banyak terlibat aktif dalam aksi-aksi mogok ataupun perlawanan buruh di beberapa tempat. Dan semua itu berujung dengan pembuangan dirinya ke Kupang pada tahun 1922.

Semasa hidupnya ia banyak menghasilkan karya tulis yang berisikan tentang pemikiran-pemikirannya. Dan kebanyakan dari karya-karyanya tersebut berisikan manifestasi cita-citanya mewujudkan kelahiran Republik Indonesia melalui revolusi.

Sayangnya, Tan Malaka tidak pernah tercantum di dalam daftar nama-nama pahlawan yang diberi gelar sebagai pahlawan nasional sejak masa pemerintahan orde baru. Tidak jelas alasannya mengapa namanya dihapus dari daftar tersebut. Padahal yang saya tahu, cita-cita yang begitu mulia dan berjuang sebagai revolusioner itulah yang membuat namanya besar.

Jarang sekali kita temukan pada zaman sekarang pemuda yang benar-benar mempunyai semangat pergerakan revolusi sebagai perwujudan cintanya terhadap negeri ini. Tetapi, Tan Malaka telah membuktikannya. Melalui buku-bukunya (Madilog, Gerpolek dan Aksi Massa) ia telah menyampaikan semangat juangnya dan kebenaran-kebenaran tentang apa yang terjadi pada bangsa ini.

Bahwa masyarakat kita senantiasa memperoleh dari luar, dan tak pernah mempunyai cita-cita sendiri… Bangsa Indonesia yang sejati belum mempunyai riwayat sendiri selain perbudakan. (Tan Malaka)

Sadarkah bahwa kita ini adalah para pemuda penerus perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa ini ? Sadarkah, bila sudah terlalu banyak yang harus dikorbankan demi negara ini ? Karena rakyatnya tak mampu mengelola negerinya sendiri. Naudzubillah.

Sungguh bukan suatu hal yang sepele untuk meluruskan sebuah niat menuju revolusi. Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita menengok kepada masa di mana revolusi benar-benar diperjuangkan keberadaannya. Karena ia harus ada untuk mempertahankan segala kondisi setelah kemerdekaan agar bangsa ini tetap merdeka. Tan Malaka mengajak kita semua para generasi muda untuk memperjuangkannya kembali dan mempertahankannya.

Revolusi bukan saja menghukum, sekalian perbuatan ganas, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai segenap perbaikan dari kecelaan.

Di dalam masa revolusilah tercapai puncak kekuatan moral, terlahir kecerdasan pikiran dan teraih segenap kemampuan untuk mendirikan masyarakat baru.

Oleh karena itu, mari kita bergerak untuk memperjuangkan kembali revolusi. Karena dengan begitu adanya kita tunjukkan bahwa kita adalah generasi penerus yang menghargai para pahlawannya. Merdeka !

Artikel ini juga ditulis di http://jakartabutuhrevolusibudaya.com

Agustus 25, 2008

Too Much To Ask

Filed under: Songs — Izmi @ 7:01 am

It’s the first time I’ve ever felt this lonely I wish someone
could cure this pain
It’s funny when you think it’s gonna work
out ‘Til ya chose weed over me, you’re so lame
I thought you were cool until the point
Up until the point you
didn’t call me
When you said you would
Finally figured out
you’re all the same
Always coming up with some kind of story
Every time I try to make you smile
You’re always feelin sorry
for yourself
Every time I try to make you laugh,
You
can’tYou’re too tough
You think you’re loveless
Is that
too much that I’m askin for?
Thought you’d come around when I ignored you
Sorta thought
you’d have the decency to change
But babe, I guess you didn’t
take that warning
‘Cause I’m not about, to look at your face
again
Can’t you see that you lie to yourself?
You can’t see the
world through a mirror….
It won’t be too late when the smoke
clears
‘Cause I, I am still here
But every time I try to make you smile
You always go on feeling
sorry for yourself
Every time I try to make you laugh
You stand
like a stone
Alone in your zone
Is that too much that I’m
askin for?
Yeah, yeah, yeah, yeah
Can’t find where I amLying here
Alone in fearAfraid of the
dark
The one to claim Alone again
Yeah, yeah, yeah, yeah
Can’t you see that you lie to yourself?
You can’t see the
world through a mirror…
It won’t be too late when the smoke
clears
‘Cause I, I am still here
But every time I try to make you smile
You’re always feeling
sorry for yourself
Every time I try to make you laugh
You
can’t
You’re too tough
You think your loveless
It was
too much that I asked him for

Juli 24, 2008

Apa Yah … ?? Bingung, lagi iseng …

Filed under: Old school story — Izmi @ 5:13 am

Huaaahmmm ….

Duh, masih hari kerja yah ?? Bete nih lagi ngga sibuk-sibuk banget. Dan, ketika gw lagi ngelamunin sesuatu eh gw malah keinget sama guru gw yang menurut gw sangat baik dan beliau adalah sesosok orang yang luar biasa. Well, inilah sepenggal cerita tentang beliau.

Pertama gw kenal sama beliau dari waktu kelas 1 SMK, karena dulu waktu sekolah kan pas banget sama bulan Juli, waktu itu tahun 2004. Kebetulan gw udah direkrut sama kakak-kakak senior gw untuk kegiatan utama di luar kelas, untuk persiapan hari kemerdekaan yang ke-59 RI. Jadi, gw ngga masuk kelas kurang lebih 3 minggu. Lumayan sibuk juga karena gw harus ngebagi waktu antara kegiatan di lapangan sama pelajaran yang ngga boleh ketinggalan di kelas.

Blind ! Gw sama sekali ngga tau siapa aja guru-guru yang ngajar di kelas, baik itu pelajaran matematika, kewirausahaan, bahasa Inggris, ekonomi, dan masih banyak lagi (maklum udah lulus, jadi lupa gitu, hehe !). Parahnya lagi, gw ngga tau rupa wali kelas gw saat itu kayak gimana. Apalagi ketua jurusan gw pada waktu itu. Huaaah, ngga kebayang deh ! Sampai pada akhirnya gw masuk kelas juga pada akhir bulan Agustus 2004, tepatnya setelah pengibaran dan ngejalanin bonus jalan-jalan dari yayasan.

Mengejar ketinggalan pelajaran itu hal yang ngga mudah. Selain nguras tenaga, karena gw pulang abis maghrib melulu terus harus minjem buku ke rumah teman yang terdekat demi secuil catatan yang ngga boleh gw lewatkan satu baris pun, yang penting gw tau yang terjadi di dalam kelas itu pelajarannya apa. Akhirnya, tiba juga masa gw masuk sekolah dengan wajah yang menghitam gara-gara dijemur di lapangan tiap hari. Udah kayak anak baru banget gw masuk ke kelas sendiri. Dan, lumayan banyak kejutan juga. Selain waktu awal masuk sekolah gw belum kenal banget sama temen-temen di kelas, jadinya ya kayak kenalan dari awal aja gitu, hehe.

Belajar menghafal wajah guru-guru satu persatu, ketika mereka masuk kelas, biar gw tau dan ngga salah kalo mau nanya sama mereka. Dan, akhirnya tiba juga gw pada mata pelajaran yang gw sendiri namanya lupa. Tapi, intinya pelajaran ini pelajaran wajib, karena gw kan ngambil program keahlian Administrasi Perkantoran waktu itu. Segala macam yang namanya kersipan dan segala hal yang berhubungan sama pelajaran ini termasuk pelajaran stenografi (yang kebanyakan orang nyebutnya sebagai tulisan cacing). Jreng, jreng …. Lihat siapa yang masuk mengajar kami adalah seseorang bertubuh tambun, berkacamata, dan perut besar. Nama beliau adalah Drs. Laswardi. Dan seperti yang gw bilang beliau adalah satu sosok yang luar biasa. Di sini akan gw jabarkan beliau adalah sosok yang luar biasa lucu, menggemaskan, dan yang pasti beliau itu orangnya ramah dan bijaksana.

Tiga tahun gw sekolah di sana. Tiga tahun itu pula beliau mengajar di kelas kita anak-anak AP. Kelas yang jumlah siswinya hanya 35 orang, bisa dibilang kelas tercantik, karena isinya siswi semua. Terus, bisa dibilang juga kelas terberisik, teribut, terusuh, karena semua perempuan ini suka sekali yang namanya bercanda, protes, bergosip, hingga hilir mudik ke mana-mana ketika kelas tidak ada guru pengganti. Nah, pak guru inilah yang bikin kita semua jadi terhibur ketika satu-satunya pelajaran yang beliau yang ngajar dimulai. Beliau selalu terlebih dahulu mengabsen siswinya. Tapi, absennya pake lucu. Misalnya, ada salah satu murid yang namanya Yessika. Beliau suka sekali mengabsennya dengan begini, “Yessika ratu ayu, ketiban pohon jambu, kasian deh lo …”. Hahaha … hiburan sejenak, lumayan biar ngga tegang.

Sampai kita kelas 3, cuma dia yang setia dan peduli sama kelas kita. Padahal, biar perempuan semua tingkah laku kelas gw ini lumayan meresahkan para guru. Yang madolnya kuatlah, yang banyak urusan sama guru BP lah, waduh macem-macem deh. Ngga bisa gw sebutin karena banyak banget, hehe. Cuma beliau yang berani nanggung nilai anak-anak kelas gw, perihal anak ini banyak mengalami nilai kurang pada guru suatu mata pelajaran. Maksudnya anak ini kurang sopan sama guru satu bidang mata pelajaran atau anak ini malahan ngga dateng waktu lagi ulangan ataupun ujian. Nilainya malah ditambahin. Even, ini anak terbodoh. Ckckckck, heran gw !!

Pernah, sekali waktu pas gw ujian pagi di sekolah, cuma anak-anak yang kepengen dapet nilai dan absen karena ujian ini diadakan jam 10 pagi di ruang kelas kosong, beliau bilang sama kita, “yang kaga dateng mah, bapak masa bodoin aja. Biarin aja dia ngga dateng. Ngga bakalan ada ujian susulan atau her !”

Weits, tapi dasar beliau aja yang baiknya kebangetan. Pas kita udah masuk sekolah jam siangnya dia malahan bilang, “besok yang ngga dateng bapak kasih kesempatan terakhir untuk ulangan, kalo ngga ngga bakal bapak kasih nilai 7 di raport.” Gw menafsirkan seperti ini, kalo itu anak nilai ujiannya jelek ya tetep dapet nilai dari dia untuk raportnya. Baik bukan ?

Dan, gw tau banget kalo ini guru bakalan sayang banget dan akan terus mengingat anak yang menurut dia terbaik di kelas, ataupun baik dalam pelajaran yang dia ajarkan. Sampe berapa tahun pun, dia bakalan hafal nama siswa/siswi tersebut. Termasuk siswa/siswi yang menurutnya luar biasa bandel, yang hobi banget bolos sekolah, sampe yang suka kabur-kaburan dari rumah. Untungnya, gw termasuk yang kenal beliau lebih, jadi nama gw ngga ikutan rusak. Huehehe … 😉

Kebiasaan di dalam kelas yang ngga pernah gw lupa juga pastinya, kalo anak-anak lagi pada ribet nanya sama yang mejanya ada di deretan lain beliau pasti bakalan bilang gini, “eh, bocah, kuntilanak, orang-orangan sawah, dengerin bapak ngomong dulu nih, hayo duduk … duduk … !!” Baru deh semuanya diem. Sebab, dia juga termasuk yang ngga mau tau kalo ada anak yang telmi sama apa yang udah ia jelaskan secara detail dari awal. Coz, dia ngga suka anak pembangkang.

Selain itu, ia juga sosok religius. Karena dalam ceritanya yang membuat gw cukup ketawa geli, hehe, dia selalu bangun jam 2 dini hari untuk sholat malam. Kebetulan ada juga tetangga yang bangun pada jam-jam tersebut dan dia bilang, “bapak mah kalo ngucap laaillahaillallah ngga usah pake muter-muter kepala segala, ngapain ? Orang mah biasa aja, ngga usah pake yang begitu-begitu.”

Haha, ngapain juga gitu ? Yang penting ia menjalanii hidupnya dengan tenang dan penuh barakah dengan mengabdi sebagai seorang guru selama lebih dari 20 tahun. Masya Allah. Baru inget. Gw kan pernah jadi perwakilan kelas waktu diadakan promosi siswa yang diadain di salah satu sekolah, yang gw lupa nama sekolahnya apaan. Gw pernah dikasih pinjem buku tahun 1981, isinya tentang pelajaran sekretaris. Asli, itu buku terbitan tahun 1981. Kalo ngga salah juga itu buku yang dia punya waktu sekolah kejuruan. Wow, how’s great the book ?? Dan, akhirnya gw yang nyampulin itu buku. Karena udah keliatan tuanya, hehe.

Gw nulis ngasal banget yah ? Well, it’s just my little story about my favourite teacher. Meskipun, dalam artikel ini ngga gw ungkap semuanya, tapi cukuplah untuk sekedar nunjukin rasa bangga gw sama dia. Lain kali, gw mesti nulis juga tentang guru favorit gw yang laen kali yah ? Belom selesai nih ceritanya. Tapi gw udah keburu cape nih … hehehe.

Cheers …

Izmi Nurpratika

Juli 10, 2008

Lost In Space

Filed under: Songs — Izmi @ 1:51 am

Sometimes I get tired of this me first attitude
You are the one thing that keeps me smiling
That’s why I’m always wishing hard for you

‘Cause your life shines so bright
I don’t feel no solitude
You are my first star at night
I’d be lost in space without you

And I’ll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

Feels just so fine
When we touch the sky me and you
This is my idea of heaven
Why can’t it always be so good

But it’s alright, I know you’re out there
Doing what you’ve gotta do
You are my soul satellite
I’d be lost in space without you

And I’ll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I’ll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I’ll never lose my faith in you
And I’ll never lose my faith in you

(Lighthouse Family)

Blog di WordPress.com.