Write to be Right !!

November 26, 2009

5 Hal Penting Ketika Musim Hujan

Filed under: Around Us — Izmi @ 3:22 am

Mengalami pergantian cuaca kadang juga merupakan suatu kendala bagi kita yang tinggal dan bekerja di kawasan kota besar. Tentu kita menyadari perlunya persiapan untuk menghadapinya. Baik dari segi benda apa yang akan kita bawa sebagai persiapan dikala datangnya panas dan hujan yang datangnya saja lagi “angot-angotan” alias ogah-ogahan.

Kalau hujan pastilah yang dipersiapkan adalah payung, jas hujan, mantel dan scraf. Kalau panas ya mungkin cukup dengan topi dan payung. Tapi, Anda lihat juga kan sisi lain dari perubahan cuaca dari lalu lintas kota ? Mengamati dan mengalami itu semua memang sudah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mungkin ada beberapa garis besar yang sering kita alami dan ini akan menjadi suatu perhatian besar agar kita siap menghadapi hari-hari kita. Dan itu adalah kewajiban Anda untuk mempersiapkannya. Detailnya, tentu Anda sendiri yang tahu.

Yang menjadi perhatian saya pada pergantian cuaca, terutama pada saat hujan adalah mengacu pada lalu lintas di saat pulang dan pergi. Beberapa hal saja yang membuat saya cukup bingung untuk bagaimana mengantisipasi semua ini, yaitu :

1. Jika Anda adalah pengguna sarana angkutan umum, pastikan Anda benar-benar siap mengantri, berdiri dan lebih berdesakan di dalam kendaraan umum. Entah itu kopaja, metromini, busway, bis AC umum ataupun bis yang tidak ber-AC. Bersiap untuk menunggu lebih lama juga tentunya. Ketika berangkat dan pulang bisa jadi sama parah antriannya, especially Anda yang menggunakan jasa angkutan busway.

2. Yang menggunakan kendaraan pribadi, ngga enak juga kan kalo lagi jam-jam 3in1 harus ngangkut joki ? Harus tahan macet dan jalanan licin. Untuk pengendara motor nih, hati-hati kalau mau nikung atau nyalip mobil. Salah-salah bisa jatuh dari motor. Jangan lupa selalu pakai helm dan selalu siap jas hujannya. Terus, kalau neduh di halte umum jangan sampai mengganggu orang lain yang lagi neduh doang, a.k.a pejalan kaki. Kalau lagi harus neduh di bawah jembatan layang, hati-hati dan jangan sampai mengganggu lalu lintas orang melintas di jalan itu :mrgreen:

3. “Perhatikan barang bawaan Anda dan hati-hati melangkah, terima kasih”. Layaknya kata-kata si mba operator rekaman tiap halte busway, tak ada salahnya juga tuh. Selalu waspada di jalan. Bukan berarti waktu cuaca cerah dalam intensitas sedang dan tinggi si copet berani operasi. Waktu hujan juga loh. Perhatikan dan selalu ingat di mana posisi benda-benda tersebut ditaruh di dalam tas dan jangan lengah walau Anda lagi asyik dengerin MP3.

4. Lebih siap juga untuk traffic jam di jam-jam pulang kerja. Biasanya waktu tersebutlah saat macet yang parah dan bisa jadi luar biasa parah !!

5. Biasanya kalau masuk musim hujan begini sering lapar ya ? Boleh juga bawa camilan untuk sekadar penahan lapar. Tapi, jadi lain hal kalau lagi benar-benar lapar. Banyak makan saat musim dingin ada baiknya juga untuk menghangatkan badan, tapi jangan mie instan melulu yaa.

Kira-kira 5 hal di atas itulah yang sekiranya patut jadi perhatian. Jaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen bila perlu. Kalau flu ya istirahat yang cukup agar cepat sehat.

Semoga bermanfaat 🙂

 

Iklan

Juni 8, 2009

Di Hujan, Hari Senin

Filed under: Around Us — Izmi @ 7:14 am

Di Hujan hari senin …

Mereka bilang hujan hari ini adalah sial
aku bilang hujan hari ini adalah berkah

Hari senin selalu panas
penuh dengan pekerjaan yang membuat otakku panas
macet dan penuh antrian di sana sini

Mereka bilang hujan turun hari ini adalah sesukanya
menurutku hujan hari ini merata
semua kebagian, semua dapat merasakan dinginnya
semua yang di luar basah …

Mereka bilang jangan hujan
aku bilang cepatlah turun hujan !!

Hujan itu menggambarkan hatiku
sejumlah dengan permintaanku
sederas air mataku
setajam kau buat luka di hatiku

Mereka bilang hujan hari ini sial
aku bilang hujan hari ini adalah rejeki tiada tara

Apalah itu hujan yang menyebabkan banjir
kataku banjir salah manusianya
mengapa hujan turun begitu lama?
karena panas lebih lama merindukan hujan

Mereka bilang hujan hari ini sial
kubilang syukur hari ini ada basah

Mereka bilang hujan hari ini ndak adil
bagiku Allah yang menurunkan Rahmat itu sudah sangat Adil

Jika hujan ndak lagi ada
Apa kau masih bisa rindu pelangi ?

Jika hujan ndak lagi turun
Apa masih bisa kau bermain basah ?

Jika hujan itu bukan hari ini
Lalu kapan lagi penantianmu hadir sehabis kau berdiam diri ?

Desember 31, 2008

What a Beautiful Town, isn’t it ?

Filed under: Around Us — Izmi @ 3:04 am

Bahagia banget ya, melihat Jakarta sepi kendaraan. Terutama jika libur hari-hari besar menjelang dan akhir tahun. Duh, rasanya ingin setiap hari melihat Jakarta seperti pagi ini. Ditambah lagi cuaca yang agak mendung. Tampaknya makin sempurna saja suasana liburnya.

Biasanya, kalau pagi melihat jalan menuju Kebon Jeruk dan Tomang yang padat merayap abees, bisa juga macet total sampe daerah Slipi, pagi ini saya bisa lihat jalan itu jadi lega banget, bersih, dan jauh dari keramaian yang biasanya bikin wajah jadi ngga karuan lebih dulu sebelum tiba di kantor.

Jarak menuju Sudirman-Thamrin yang biasanya ditempuh dengan waktu dua jam dari Tangerang, hari ini saya cuma menghabiskan waktu setengah jam saja untuk tiba di kantor tepat waktu.

Ternyata, solusi untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor bisa dilihat hasilnya dengan pengandaian yang saya bayangkan di hari ini. Jalanan menjadi lebih lancar, ngga sumpek. Dan bisa mengurangi polusi, hemat BBM pula.

Tak ada salahnya berandai-andai. Tapi, lebih bagus lagi jika pengandai-andaian itu bisa dibuktikan dan dijadikan solusi untuk masalah kemacetan terutama di daerah padat penduduk dan padat pekerja seperti Jakarta.

Today, i can really say that “What a beautiful town, isn’t it?”. Jakarta yang indah ngga diwujudkan dengan tidak membuang sampah sembarangan saja atau dengan sekedar gerakan kepedulian saja. Semua itu tak akan pernah jadi kenyataan kalau tidak diamalkan dalam keseharian kita. Inilah yang dimaksud dengan pentingnya peran kita sebagai warga negara dan sebagai satu bagian penting dalam masyarakat.

So, mau nunggu apa lagi untuk bisa bilang “This is my lovely city named Jakarta”. Nunggu banjir, sampai kota ini tenggelam ? Atau sampai kiamat sekalian ? 😉

Desember 22, 2008

Me vs My Boss

Filed under: Around Us — Izmi @ 9:41 am

Jam kerja akhir tahun memang menggila. Saya bekerja sampai waktu lembur satu minggu belakangan ini demi menyelesaikan pekerjaan yang jika tidak terselesaikan bakal bikin sakit kepala esok harinya. Sungguh risih sekali pekerjaan akhir tahun ini.

Ditambah lagi boss yang serba tidak mau tahu dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Kadang pegawainya tidak diperlakukan dengan manusiawi. Dengan artian sangat cuek dengan pegawainya. Well, what a job ? Apa mereka hanya membutuhkan kami hanya pada saat bekerja ? Sedangkan gaji atau bayaran kami sebulan bukanlah gaji buta!

Fine, jika mereka memang membayar pegawainya setiap bulan. Tetapi hendaknya sikap mereka juga dipersoalkan. Bukan hanya membayar dan terima beres pekerjaan, tetapi alangkah lebih baik dan akan terasa sangat baik jika mereka membuat suasana kerja juga menjadi lebih dekat, akrab dan menyenangkan.

Saya yakin semua orang di dunia ini, bekerja selain mengharapkan imbalan kerja yang pas juga perlu ketenangan dan harmonisnya hubungan antara boss dengan pegawainya. Pegawai itu manusia, bukan robot! Punya hati nurani bukan hati baja.

Bayangkan, ketika anda atau siapa pun yang ingin deadline-nya tepat waktu kemudian dengan sungguh ia menyelesaikannya, yang mungkin dengan cara berlarian ke sana kemari dengan sejuta pikiran tak menentu, belum lagi mengeluarkan biaya-biaya pribadi di luar gaji untuk segala keperluan (nombok), setelah itu boss “ngga” nanya apa-apa ? Oh, God (langsung berkata dalam hati, “what a job, what a hell, istn’t it?”

*lagi bete banget sama boss 😦

Desember 9, 2008

Kenapa Ongkos Pelajar Harus Gratis ???

Filed under: Around Us — Izmi @ 12:07 pm

Hari gini hidup itu serba susah. Makanya yang punya harta lebih (tentunya lebih banyak) haruslah pandai-pandai me-manage, agar tidak menyesal dengan menggunakannya kepada hal-hal yang “ngga penting”.

Dan jauh lebih penting lagi kita menghimbau diri kita untuk berhemat, karena anda semua tentu merasakan bagaimana  mahalnya ongkos angkutan kota saat ini. Yang bekerja saja merasakan bagaimana ongkos yang tadinya sekian ribu rupiah tiba-tiba dengan adanya kenaikan harga BBM menjadi naik sekian rupiah. Tetapi, yang lebih “kasihan” lagi mengingat para pelajar yang keberatan ongkos, jikala sekolah atau kampus mereka (termasuk saya) harus ditempuh dengan angkot atau bus kota. Mahalnya kalau dihitung per hari, alamak !  Ibarat pendapatanku habis buat ongkos.

Satu waktu, ketika aku terdiam sejenak dan berpikir tentang sesuatu  (entah lagi mikirin apa?) suddenly, ada pikiran yang melintas untuk bikin tulisan ini, dengan topik utama “Kenapa ongkos pelajar harus gratis ???”. Beginilah alasan yang saya pribadi bisa kemukakan, yaitu sbb :

Pertama, pelajar bukanlah pekerja. Otomatis mereka pasti masih minta sama ortunya. Dan ortu itu pasti haruslah menanggung beban-beban hidup lain selain ongkos anaknya untuk sekolah. Mereka harus mencari nafkah yang utama untuk makan dan untuk biaya keseharian, harus berpikir juga tentang pengeluaran yang sudah pasti dikeluarkan tiap bulannya, misalnya untuk biaya listrik dan air, untuk SPP bulanan anaknya, atau bisa juga cicilan untuk bayar rumah atau kontrakan.

Kedua, pekerja yang juga pelajar (mahasiswa/i) pusing mikirin pembagian pendapatan mereka setiap bulan untuk mengeluarkan hampir sebagian pendapatan untuk ongkos pulang pergi tempat kerja sama kampus. Belum lagi cicilan yang harus dibayar demi kuliah tetap berjalan lancar. Beuuh … Untuk yang pekerja awam pastilah berat untuk keadaan yang seperti ini. Kecuali yang sudah benar-benar mapan dan sudah tak perlu pusing lagi memikirkan uang untuk ini-itunya.

Ketiga, alasan yang cukup  untuk mengemukakan bahwa ongkos pelajar harus gratis adalah “tugas pelajar adalah belajar”. Jadi pusinglah pasti kalau mereka juga harus ikut memikirkan itu setiap hari. Kalau orang tua mereka mampu memberi kewajiban itu setiap hari, hal itu sekali lagi tak akan membuat hambatan anak-anaknya. Perlu sekali untuk diperhatikan pekerjaan orang tua setiap anak juga berbeda dan jumlah penghasilan mereka tentulah berbeda.

Keempat, pelajar adalah amanat negara. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 perubahan ke-IV Bab XIII pasal 31 ayar 3 yang isinya ;

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.”

Dan pasal pendukung yang menurut saya pas adalah pasal 34 ayat 2 yang isinya ;

“Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.”

Isi pasal yang lainnya ada yang menyatakan bahwa anggaran pendidikan adalah 20% dari pendapatan nasional. Jadi, jelas bahwa pendidikan adalah negara yang menanggung, selebihnya juga ada dari pendapatan daerah untuk sekolah dan kampus. Kecuali lembaga-lembaga pendidikan lain selain sekolah (tempat kursus/les lainnya).

Pada pasal 34 dijelaskan kira-kira seperti ini :

Negara memberikan hak kepada seluruh rakyat termasuk rakyat yang tidak mampu untuk suatu pengembangan jaringan sosial dan itu diperuntukkan untuk mereka. Dan negara akan memberdayakan mereka “masyarakat yang lemah dan tidak mampu” tadi sesuai dengan martabat kemanusiaan. Tapi sepertinya pernyataan yang  disebutkan tadi masih “omdo” alias baru omong doang. Karena masih banyak kalangan urban yang menjadi gelandangan dan pengemis, preman, pemalak, pengamen, dsb yang keberadaan mereka masih terbilang mengganggu dan membuat risih kita semua.

Kelima, lagi-lagi harus ingat … harga BBM tidak mungkin semakin turun, sekarang saja harganya yang segitu sudah membuat kepala pusing, apalagi bertahun kemudian.

Demikian pendapat saya yang telah saya tuangkan ke dalam blog ini. Kesalahan atau kekurangan yang terdapat pada blog ini adalah manusiawi, karena saya adalah seseorang yang masih dalam tahap pendewasaan berpikir dan mengutarakan. Semoga dapat memberikan sebuah inspirasi. Terlebih lagi jikalau ada saran ataupun kritik yang membangun untuk blog ini, silahkan. 🙂

November 7, 2008

Jadikan Jakarta-mu, Jawara-mu

Filed under: Around Us — Izmi @ 7:01 am
Tags: ,

Bisa dipastikan semua orang pernah singgah di Jakarta, hampir semuanya memiliki asumsi yang sama tentang kota ini. Terutama tentang masalah banjir dan macetnya. Ditambah lagi masalah-masalah lain seperti gepeng, pengamen, belum lagi pedagang kaki lima yang suka sesuka hatinya menggelar dagangannya itu di jalan-jalan, semuanya membuat keadaan makin “gerah”. Sukar rasanya untuk menuntaskan hal tersebut. Terlebih lagi dengan masalah lain seperti sampah yang menyumbat aliran air dan sampah jugalah penyebab utama banjir di Jakarta. Sudahkah kita berbudaya sebagai masyarakat yang tinggal dan hidup di Jakarta ?

Sekarang, sepertinya cukup untuk saling menyalahkan. Yang ada semuanya berujung pada keributan yang tak semestinya dan hanya membuang waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya. Jadi, mari mulai dari sekarang kita mengkonsep diri kita untuk menjadi warga Jakarta yang memiliki potensi untuk menjadikan Jakarta sebagai ibu kota yang berbudaya. Berbudaya dalam artian tahu akan tata cara menaati peraturan dan menjalankannya sesuai dengan yang berlaku. Dan baiknya dimuali dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan antri. Memang kedengarannya membosankan, karena tak jarang pula berbagai pihak sudah menggalakkan hal ini, namun seringnya hal tersebut tidak dihiraukan.

Sadarlah bahwa perbuatan kita yang tak kita sadari itu justru membunuh lingkungan hidup kita. Seperti dengan polusi kendaraan bermotor kita, sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, dan tak jarang banyak dari kita yang ketika sedang berada di angkutan umum membuang sampah lewat jendela atau pintu kendaraan tersebut. Sadarilah, tak ada yang patut dipuji dari hal kecil namun tercela itu !

Jakarta tidak lagi sekedar membutuhkan perhatian, namun kota ini butuh pembuktian bahwa warganya bisa hidup tertib dan saling menjaga ketertiban itu sendiri. Jadikanlah Jakarta ini sebagai kota jawara. Bukan selain karena Jakarta ini ibu kota negara. Tetapi buktikan kalau Jakarta ini juga bisa memiliki prestasi. Dan jadikan kota ini ibu kota yang dibanggakan, tetapi bukan dibanggakan dari banyaknya gedung yang menjulang, tetapi ia akan lebih bangga jika masyarakatnya bisa lebih berbudaya. Inilah yang harus dilakukan.

Buatlah kota ini menjadi lebih indah tetapi bukan menjadi lebih indah di impian namun dalam kenyataan. Mari wujudkan dan jadikan kota Jakarta-mu sebagai jawara juga di hatimu. Lets get Revolusi Budaya !

Blog di WordPress.com.